Jumat, 06 Februari 2015

Sepenggal Kisah di Bawah Langit Turky

Kisah yg mungkin kita akan merasa terheran2, kok bisa ad org sepertinya? Dimana kebanyakan org lain berusaha mencari pujian dr org lainnya n berusaha agar org lain tdk berburuk sangka padanya, lantas dia malah tdk mengapa jk org2 berburuk sangka pada dirinya..
---
*Sepenggal Kisah di Bawah Langit Turky*
Di dalam buku hariannya Sulthon Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.



Sultan berkata kepada kepada kepala pengawal:
"Mari kita keluar sejenak".
Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan
blusukan di malam hari dengan cara menyamar.
Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka disebuah
lorong yang sangat sempit. Tiba-tiba, mereka
menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas
tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu,
ternyata ia telah meninggal. Namun setiap orang-
orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun
mempedulikannya.
Sultan pun memanggil mereka, mereka tak
menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan.
Mereka bertanya: "Apa yang kau inginkan?.
Sultan menjawab: "Mengapa orang ini meninggal
tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang
mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Dimana
keluarganya?"
Mereka berkata: "Orang ini Zindiq, suka
menenggak minuman keras dan berzina".
Sultan menimpali: "Tapi . . bukankah ia termasuk
umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo
angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya".
Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke
rumahnya.
Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun
menangis. Orang-orang yang membaw jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.
Dalam tangisnya sang istri berucap kepada
suaminya : "Semoga Allah merahmatimu wahai
wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk
orang yang sholeh"
Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget..
Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah
sementara orang-orang mengatakan tentang dia
begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak
peduli dengan kematiannya".
Sang istri menjawab:
"Sudah kuduga pasti akan begini...
Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-
toko minuman keras, dia membeli minuman keras
dari para penjual sejauh yang ia mampu.
Kemudian minuman-minuman itu dibawa ke
rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil
berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum
muslimin".
Dia juga selalu pergi menemui para pelacur,
memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini
kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu
rumahmu sampai pagi".
Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata
kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah
meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-
pemuda Islam".
Orang-orang pun hanya menyaksikannya selalu
membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka
menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan
menjadikannya buah bibir.
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku:
"Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum
muslimin yang mau memandikan jenazahmu,
mensholatimu dan menguburkan jenazahmu".
Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut, bila
aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum
muslimin, para Ulama dan para Auliya".
Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata:
"Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan
besok pagi kita akan memandikannya,
mensholatinya dan menguburkannya".
Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan
jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para
ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.

***

Catatan:
Jangan suka menilai orang berdasarkan ucapan orang lain.
Terlalu banyak yang tidak kita ketahui..
Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di hatinya.
Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu.
Ingat...
Diantara yang paling banyak membuat orang
diseret masuk kedalam neraka adalah lisannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar