Kita dilarang untuk fanatik buta kepada orang lain, baik itu orang yang berilmu, terlebih lagi kepada yang tidak berilmu,
semisal presiden, artis, penyanyi, filosof, entah itu di dalam pemikirannya, gaya
hidupnya ataupun perilakunya...
Karena kita hanya dituntut fanatik buta kepada Rasulullah dan atas apa yang dibawa
oleh Rasulullah, berupa Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar. Kepada selainnya maka DIHARAMKAN.. Entah itu seorang Kyai, Ustadz, Ulama, Syaikh, dll...
Jangan sampai pada akhirnya kita menyesal sebagaimana penyesalahan penghuni neraka
sebagaimana yang difirmankan Allah Ta'ala:
“Ingatlah pada hari itu orang-orang yang diikuti, berlepas diri dari orang-orang yang
mengikutinya. Dan mereka sama-sama melihat adzab dan terputuslah dari mereka segala
hubungan (yakni segala hubungan kekeluargaan dan pertemanan). Dan berkatalah orang-orang yang mengikut itu, seandainya kami punya kesempatan lagi (yakni hidup di dunia), niscaya kami akan berlepas diri dari mereka (yakni mereka para pemimpin itu) sebagaimana sekarang mereka berlepas diri dari kami. Demikianlah Allah telah tunjukkan amalan-amalan mereka, untuk membuat penyesalan pada mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari neraka”. (Al Baqoroh: 166–177)
Pada hari kiamat nanti, orang-orang yang kita ikuti atau yang kita fanatik kepadanya, akan
mengatakan kepada kita, "BUKAN URUSAN SAYA, atas dosa yang kalian lakukan karena mengikuti saya".
Maka perhatikanlah kepada siapa anda berfanatik buta...!!!
Written by Rian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar