Karakter para pendidik sukses
1. Tenang
dan tidak terburu-buru
Dalil:
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda kepada Asyaj bin Abdil Qais, “Sesungguhnya pada dirimu
terdapat dua perkara yang dicintai Allah: tenang dan tidak terburu-buru.” (HR.
Muslim)
2.
Lembut
dan tidak kasar
Dalil:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Mahalembut dan menyukai kelembutan. Dia
memberi atas kelembutan dan yang tidak Dia beri atas kekasaran dan lainnya.”
(HR. Muslim)
Dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang
tidak dikaruniai kelembutan, berarti dia tidak dikaruniai seluruh kebaikan.”
(HR. Muslim)
3.
Hati
yang penyayang
Dalil:
Diriwayatkan oleh A-Bazzar daru Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma: “Sesungguhnya
setiap pohon selalu memiliki buah. Buah hati adalah anak. Sesungguhnya Allah
tidak menyayangi orang yang tidak sayang kepada anaknya. Demi jiwaku yang
berada di tangan-Nya, tidak akan masuk surga selain orang yang penyayang.” Kami
katakan, “Wahai Rasulullah, setiap kita menyayangi?” Beliau menjawab, “Bukanlah
yang dimaksud dengan kasih sayang adalah seseorang menyayangi temannya. Yang dimaksud
dengan kasih sayang adlaah menyayangi seluruh umat manusia.”
4.
Memilih
yang termudah selama bukan termasuk dosa
Dalil:
Dari ‘Aisyah radhiyalllahu ‘anha, ia berkata: “Tidaklah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menentukan pilihan antara dua perkara melainkan
beliau memilih yang termudah di antara keduanya selama bukan termasuk dosa. Apabila
termasuk dosa, maka beliau menjadi orang yang paling menjauhinya. Tidaklah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallammarah untuk dirinya sendiri dalam masalah apapun
kecuali spabila syariat Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah
subhanahu wa ta’ala.” (Muttafaq ‘alaih)
5.
Toleransi
Adalah kemampuan untuk
memahami orang lain dalam bentuk yang optimal. Bukan dalam pandangan yang
sempit, sehingga maknanya bukan kelemahan dan kehinaan. Tetapi maksudnya adalah
memberi kemudahan sebagaimana yang diperbolehkan oleh syariat.
Dalil:
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Maukah ak beritahukan kepada kalian tentang orang yang
haram masuk neraka dan neraka haram atasnya? Setiap orang yang mudah, dekat dan
toleransi.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)
6.
Menjauhkan
diri dari marah
Dalil:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Bahwasannya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang yang pemberani bukanlah orang
yang pandai berkelahi. Orang yang pemberani adalah orang yang mampu menguasai
diri ketika marah.” (Muttafaq ‘alaih)
7.
Seimbang
dan proporsional
Dalil:
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin Umar Al-Badri radhiyallahu ‘anhu: “Seseorang
datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Sesungguhnya
aku akan terlambat shalat Subuh karena si fulan yang menjadi imam kami
memanjangkan shalatnya.” Belum pernah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam marah dalam nasihatnya semarah hari itu. Beliau bersabda, “Wahai
sekalian manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang-orang yang membuat
lari dari orang lain. Siapa saja di antara kalian yang menjadi imam, hendaknya
dia memendekkan shalatnya, karena sesungguhnya yang berdiri di belakangnya
adalah orang tua, anak kecil dan orang yang sedang memiliki keperluan.”
(Muttafaq ‘alaih)
8.
Selingan
dalam memberi nasihat
Banyak bicara seringkali tidak memberikan hasil apa-apa. Sebaliknya,
memberikan nasihat yang baik dengan jarang justru seringkali menghasilkan
sesuatu yang besar dengan izin Allah. Oleh karena itu Imam Abu Hanifah radhiyallahu
‘anhu menasihati kepada murid-muridnya dengan mengatakan, “Janganlah engkau
ungkapkan pemahaman agamamu kepada orang yang tidak menginginkannya.”
Dalil:
Dari Abu Wa’il Syaqiq bin Salamah, ia berkata: Abdullah bin Mas’ud
radhiyallahu ‘anhu berceramah kepada khalayak setiap hari Kamis. Seseorang berkata
kepadanya, “Wahai Abu Abdurrahman, aku suka apabila engkau berceramah setiap
hari.” Dia menjawab, “Hal itu tidak mungkin aku lakukan. Aku tidak suka membuat
kalian bosan. Sesungguhnya aku memberikan selingan nasihat kepada kalian
seperti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan selingan nasihat kepada
kami karena khawatir kami bosan.” (Muttafaq ‘alaih)
***
(Sumber: Buku “PROPHETIC PARENTING”
Penulis: Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
Bab I: Nasihat Cinta untuk Calon Orangtua, halaman 67-75)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar