Kebanyakan kita mengira, kalau pernikahan itu selalu diselimuti dengan kebahagiaan, penuh kenikmatan dan beragam hal lainnya yg mendorong para jomblo untuk segera menikah.. Dengan slogannya, "Nikah itu nikmatnya cuma 10%, 90% nya nikmat banget"
Saya katakan, itu PEMBOHONGAN PUBLIK. Karena dalam hidup berkeluarga, masalah itu tetap ada, bukan malah hilang. Entah cekcok akan masalah sesuatu, ribut hanya karena masalah sepele dan hal-hal lainnya yg tidak mengenakkan, semisal lagi sakit harus begini dan begitu dan sebagainya dari problematika rumah tangga. Bahkan pernikahan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun ada cekcoknya..
Jadi, menikah itu tidak murni nikmat dan bahagia.
Nah, karena menikah itu ada problematikanya dan cinta itu kadang pasang kadang surut, maka diperlukan bekal di dalam mengarunginya..
Bekal apa yang dimaksud?
Yakni bekal untuk mengatasi masalah, ILMU AGAMA dan KESABARAN.
Sabar menghadapi segala resikonya, segala problem, segala hal yg mengganggu hubungan rumah tangga.
Yakni bekal untuk mengatasi masalah, ILMU AGAMA dan KESABARAN.
Sabar menghadapi segala resikonya, segala problem, segala hal yg mengganggu hubungan rumah tangga.
Jika kita telusuri, kebanyakan rumah tangga hancur ternyata hanya disebabkan permasalahan sepele yg dibesar2kan. Yg inti dari semua itu adalah kurangnya kesabaran antara kedua belah pihak.
Saya sempat berfikir, kenapa pada jaman nabi, yg dianjurkan utk cepat menikah adalah para pemuda? Ya selain karena nafsunya yg kuat pada usia tersebut, pada jaman Nabi, para pemuda memang sudah cukup matang dan dewasa utk menjalani kehidupan berumah tangga pada saat itu.
Mereka telah tahu hak dan kewajibannya, bahkan mereka adalah org2 yg paham, hafal serta mengamalkan Al-Qur'an dan hadits Nabi.
Mereka telah tahu hak dan kewajibannya, bahkan mereka adalah org2 yg paham, hafal serta mengamalkan Al-Qur'an dan hadits Nabi.
Lantas, bagaimana jika diterapkan pada jaman sekarang yg para pemudanya sangat sedikit yang paham ilmu agama? Sangat jelas, perceraian dimana-mana.. Buktinya terpampang jelas di negara kita..
Dan jangan dikira, perceraian itu hanya terjadi pada orang awam akan ilmu agama saja. Mereka2 yang telah paham agama pun banyak yg tergelincir pada perceraian, dan itu tidak sedikit, dgn berbagai sebab dan alasan..
Intinya, sebelum anda memulai ta'aruf, maka ilmu akan pernikahan sangatlah ditekankan utk dipahami dan diamalkan. Dan perlu diketahui, menikah hanya menyelesaikan sebagian masalah saja, dan malah akan muncul berbagai macam masalah lainnya, terlebih jika punya anak nantinya..
Namun itulah diantara nikmatnya pernikahan, terlebih jika kedua pasangan tersebut bisa menyelesaikannya dengan baik. Karena sejatinya, bertengkar bukanlah alasan untuk berpisah, namun harus semakin mempererat hubungan..
Begitu pula dengan bekal kesabaran, maka mutlak adanya dalam hidup berumah tangga, agar keluarga tetap langgeng dan menjadi keluarga SAMARA.
Menikahlah, niscaya engkau akan merasakannya.. dan akan semakin bertambahlah kedewasaan anda menghadapi masalah...
Pada status berikutnya, insyaallah akan masuk pada proses pencarian.
Written by Rian
29 Rabi'ul Awwal 1435 - 20/01/2015
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar