Opsi Ketiga: Mencari via teman atau kenalan
Pada opsi ketiga ini memang yang paling banyak diminati para ikhwan dan akhwat, di samping tidak perlu usaha ekstra dalam mencari, pilihan yang ditawarkan pun bisa beragam, karena biasanya tidak hanya 1-2 orang yang ditawarkan. Terlebih jika orang yang kita mintai adalah memang mak comblangnya..
Pada opsi ini pun kita bisa menjelajah lebih jauh akan calon yang ingin didapatkan. Kalau pada opsi sebelumnya, biasanya hanya kalangan orang2 yang mungkin dekat dengan keluarga saja.. jaraknya pun ya paling dekat-dekat rumah.. Namun dengan opsi ini, seluruh Indonesia, bahkan mungkin luar negeri bisa Anda dapatkan.. Sebagaimana ada teman ikhwan yang akhirnya menikah dengan akhwat yang sedang tinggal di luar negeri..
Opsi ini juga bisa mengantarkan kepada mutiara langka yang jarang ditemui.. Karena memang mutiara ini sangat sulit didapat, dan mereka tersembunyi dengan rapat.. sehingga perlu ada kenalan atau teman agar bs menemukannya.. Namun memang perlu kesabaran n keberuntungan juga.. Karena pastinya banyak saingannya..
Namun, ketika Anda memilih opsi ini dalam mencari jodoh. Perlu Anda perhatian beberapa hal:
1. Mintalah kepada mereka dengan kriteria yang mudah n tidak berbelit-belit.
Banyak para ikhwan yang mencari jodoh layaknya memesan baju, dengan permintaan yang beragam. Semisal, mencari yang tingginya sekian cm lah, kulitnya putih, badannya tidak gemuk tidak juga kurus, cantik pastinya atau minimal enak dipandang, pintar masak, orang sunda, lulusan jurusan ini lah, universitas inilah, orang tuanya harus gini lah.. bla.. bla.. bla..
Banyak para ikhwan yang mencari jodoh layaknya memesan baju, dengan permintaan yang beragam. Semisal, mencari yang tingginya sekian cm lah, kulitnya putih, badannya tidak gemuk tidak juga kurus, cantik pastinya atau minimal enak dipandang, pintar masak, orang sunda, lulusan jurusan ini lah, universitas inilah, orang tuanya harus gini lah.. bla.. bla.. bla..
Helloo, Anda itu mencari calon atau lg pre order calon?
Berikanlah kriteria yang mewakili keinginan Anda, dan buatlah secara umum, jangan terlalu spesifik yang justru menyulitkan orang yang akan mencari nantinya.. Bahkan lebih gentle lagi jika Anda hanya mengatakan, "Mohon bantu carikan saya seorang akhwat yang siap nikah", tanpa embel2 lainnya.. toh ketika proses juga akan diketahui segalanya.. dan Anda punya hak untuk menolak atau ditolak..
2. Anda adalah orang yang butuh bantuan, jadi bersabarlah, jangan terburu-buru, santai saja, tunggu info dari perantara Anda.
Banyak ikhwan yang ketika sedang menunggu kabar atau bahkan ketika sedang proses, mereka terlalu terburu2, bahkan terkadang memaksa untuk cepat2..
Ingat, orang yang Anda minta itu punya kesibukan juga, punya masalah tersendiri dan punya urusan masing2.. jadi bersabarlah.. insyaallah jika mereka luang, pastinya akan mengabarkannya kepada Anda..
Banyak ikhwan yang ketika sedang menunggu kabar atau bahkan ketika sedang proses, mereka terlalu terburu2, bahkan terkadang memaksa untuk cepat2..
Ingat, orang yang Anda minta itu punya kesibukan juga, punya masalah tersendiri dan punya urusan masing2.. jadi bersabarlah.. insyaallah jika mereka luang, pastinya akan mengabarkannya kepada Anda..
Sesekali Anda mengingatkan tidaklah mengapa.. asal jangan setiap hari ngejar terus kabarnya..
3. Mereka yang Anda minta untuk mencarikan hanyalah sebagai perantara. Segala hal yang berhubungan nantinya setelah pernikahan, entah akhwat yang tidak sesuai ekspektasi, tidak sesuai dengan apa yang diinfokan kepada Anda atau hal2 lainnya yang dapat merusak hubungan pernikahan. Maka sang perantara tidak ada sangkut pautnya.. dan jangan menyalahkan mereka..
Mereka hanya sebagai perantara.. yang harus aktif adalah Anda sendiri.. Anda gali2 info lebih mendalamnya.. jangan hanya percaya pada apa yang diberikan.. Bertanya lebih spesifik tidaklah masalah, karena ini masalah pasangan seumur hidup..
Ada kisah, karena kesalahan salah satu pasangan yang tidak jujur ketika proses ta'aruf, akhirnya ketika malam pertama, terkuak lah apa yang tdk diketahui sebelumnya.. hingga akhirnya pernikahan mereka kandas..
Sudah rugi harta, waktu, bahkan hilang kehormatan pula, karena statusnya bukan jomblo lagi, melainkan duda atau janda..
Ada kisah lainnya yang ketika proses tidak sangat mendetail bertanya mengenai calon pasangannya, hanya manut2 saja, akhirnya setelah pernikahan, satu per satu borok dari pasangannya terungkap dan akhirnya menyalahkan sang perantara karena pasangannya tidak sesuai apa yang diinfokan kepadanya.. Padahal sang perantara ini adalah seorang Ustadz..
Sekali lagi, mereka hanya sebagai perantara.. Anda lah yang harus lebih agresif dalam proses nantinya.. ingat! ini adalah masalah masa depan Anda.. kehidupan Anda kedepannya.. Hendaknya Anda lebih hati2, lebih teliti dan lebih matang dalam menentukan..
Insyaallah pada status2 berikutnya, akan saya jabarkan kriteria2 yang semestinya ada pada calon pasangan..
Written by Rian
3 Rabi'ul Tsani 1435 - 24/01/2015
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar