Faidah MM #1 yang dilaksanakan di Ruang 101 Gd. V4 Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Ahad 5 Shafar 1436/ 30 November 2014 bersama pembicara Athirah Mustadjab
Di antara faidah yang dapat kami petik dari kajian Muslimah Mengaji, Ahad 30 November 2014 yang bertema "Muslimah Muda: Belajar, Beramal, Berkarya dengan Athirah Mustadjab hafizhahallahu :
1. Kita memiliki waktu yang merupakan modal untuk belajar, beramal dan berkarya.
2. Setiap kita harus paham betul betapa pentingnya waktu bagi setiap muslim (Lihat QS.AL ASHR)
3. Semakin orang taat pada Allah, maka Allah akan memberikan berkah pada waktu seseorang
4. Semakin seseorang memiliki banyak kegiatan, maka seakan ia memiliki lebih banyak waktu. Kenapa?
5. Karena dia semakin pandai bagaimana memasukkan batu2 kecil di antara batu2 besar
6. Batu kecil: agenda yg tdk membutuhkan banyak waktu atau tenaga |batu besar: agenda yang butuh waktu atau tenaga lebih banyak
7. Namun, kita harus paham dengan wadah (waktu dan kemampuan) yang kita punya, mana batu besar yang perlu dan tidak perlu dimasukkan
8. Selanjutnya kita juga harus paham 10 hak setiap muslim (bisa lihat buku terjemahan terbitan pustaka al minhaj)
9. Di antaranya hak Allah, hak Rasulullah, hak orang tua, hak anak, hak suami/istri, hak tetangga, hak orang kafir, hak penguasa, hak kerabat, hak seluruh kaum muslimin
10. Selanjutnya kita harus pandai memprioritaskan, hak siapa yang harus didahulukan
11. Susunlah agenda, agar kita tau tujuan kita dan supaya biaya dan tenaga tidak sia-sia
12. Kata bijak yang patut diperhatikan “Prioritaskan hal terpenting, kemudian hal terpenting selanjutnya.”
13. Selanjutnya pembahasan tentang ilmu. Ingat kembali, tujuan kita belajar adalah untuk menghilangkan kebodohan diri sendiri dan orang lain
14. Masak sedikit2 sms Ustadz? #jlebb
15. Kalau niat kita lurus, insya Allah akan Allah beri barakah
16. Dan orang lain yang paling berhak kita sampaikan ilmu padanya adalah orang terdekat kita, yaitu orang tua kita.
17. Ketahuilah, bakti terbesar kita pada orang tua adalah mendakwahi mereka.
18. Maka, jaga rizki yang Allah berikan melalui orang tua kita dengan cara menggunakannya untuk belajar, untuk berdakwah
18. Kita bisa memberi untuk orang lain, kenapa untuk orang tua justru tidak?
19. Menangkan hati orang tua, jadi mereka mau nanya masalah agama ke anaknya, bukan orang yang salah.
20. Mad’u (target dakwah) kita bukan hanya yang di twitter dan di fb, ada orang tua yang jauh lebih berhak untuk itu
21. Kita harus bersabar mendakwahi orang tua, mungkin tidak sekejab, hasilnya bisa saja tampak setelah 5 bahkan 10 tahun kemudian
22. Kata Ali radhiyallahu ‘anhu, tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar
23. Maka, jadilah simpanan terbaik untuk orang tua. Jadilah amal jariyah untuk orang tua
23. Teringat sebuah quote: ortu sabar mengajari kita berjalan, bicara, mengapa kita tdk bisa bersabar mendakwahi mereka?
24. bersambung insya Allah (tunggu faidah selanjutnya tentang amal shalih, dakwah dll)
2. Setiap kita harus paham betul betapa pentingnya waktu bagi setiap muslim (Lihat QS.AL ASHR)
3. Semakin orang taat pada Allah, maka Allah akan memberikan berkah pada waktu seseorang
4. Semakin seseorang memiliki banyak kegiatan, maka seakan ia memiliki lebih banyak waktu. Kenapa?
5. Karena dia semakin pandai bagaimana memasukkan batu2 kecil di antara batu2 besar
6. Batu kecil: agenda yg tdk membutuhkan banyak waktu atau tenaga |batu besar: agenda yang butuh waktu atau tenaga lebih banyak
7. Namun, kita harus paham dengan wadah (waktu dan kemampuan) yang kita punya, mana batu besar yang perlu dan tidak perlu dimasukkan
8. Selanjutnya kita juga harus paham 10 hak setiap muslim (bisa lihat buku terjemahan terbitan pustaka al minhaj)
9. Di antaranya hak Allah, hak Rasulullah, hak orang tua, hak anak, hak suami/istri, hak tetangga, hak orang kafir, hak penguasa, hak kerabat, hak seluruh kaum muslimin
10. Selanjutnya kita harus pandai memprioritaskan, hak siapa yang harus didahulukan
11. Susunlah agenda, agar kita tau tujuan kita dan supaya biaya dan tenaga tidak sia-sia
12. Kata bijak yang patut diperhatikan “Prioritaskan hal terpenting, kemudian hal terpenting selanjutnya.”
13. Selanjutnya pembahasan tentang ilmu. Ingat kembali, tujuan kita belajar adalah untuk menghilangkan kebodohan diri sendiri dan orang lain
14. Masak sedikit2 sms Ustadz? #jlebb
15. Kalau niat kita lurus, insya Allah akan Allah beri barakah
16. Dan orang lain yang paling berhak kita sampaikan ilmu padanya adalah orang terdekat kita, yaitu orang tua kita.
17. Ketahuilah, bakti terbesar kita pada orang tua adalah mendakwahi mereka.
18. Maka, jaga rizki yang Allah berikan melalui orang tua kita dengan cara menggunakannya untuk belajar, untuk berdakwah
18. Kita bisa memberi untuk orang lain, kenapa untuk orang tua justru tidak?
19. Menangkan hati orang tua, jadi mereka mau nanya masalah agama ke anaknya, bukan orang yang salah.
20. Mad’u (target dakwah) kita bukan hanya yang di twitter dan di fb, ada orang tua yang jauh lebih berhak untuk itu
21. Kita harus bersabar mendakwahi orang tua, mungkin tidak sekejab, hasilnya bisa saja tampak setelah 5 bahkan 10 tahun kemudian
22. Kata Ali radhiyallahu ‘anhu, tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar
23. Maka, jadilah simpanan terbaik untuk orang tua. Jadilah amal jariyah untuk orang tua
23. Teringat sebuah quote: ortu sabar mengajari kita berjalan, bicara, mengapa kita tdk bisa bersabar mendakwahi mereka?
24. bersambung insya Allah (tunggu faidah selanjutnya tentang amal shalih, dakwah dll)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar