Diantara bentuk promosi produk itu ada 2 hal:
-Bernada Positif
-Bernada Negatif
-Bernada Positif
-Bernada Negatif
Yg namanya promosi, tidak selalu harus positif, melainkan bisa juga negatif.
Semisal beli buah, kemudian makan salah satunya dan ternyata asam. Kemudian dia bilang k temannya "Buah ini asam nih, kecut". Coba tebak apa sikap temannya? "Masa sih? coba sini? Ih iya asam nih.."
Iya, malah ikut mencoba.. padahal sdh dikasih tau asam tp tetap saja memakan..
Nah, begitu juga jg dengan hal2 lainnya, terlebih dalam masalah agama. Semisal katanya ada film terbaru yg memojokkan islam.
Maka, jangan kita mempromosikannya dgn nada negatif, krn itu bakal sukses jg menggiring org untuk penasaran n menontonya..
Lalu apa yg harus dilakukan? Ya biasa saja, tdk bernada positif, tdk pula negatif.. namun tunjukkan ketidaksukaan pada sikap n tnp berlebihan..
Contoh misalnya masalah buah td. Selesai memakannya, jgn bilang apa2.. diam aj, tp dgn tampang yg tdk meyakinkan.. ketika ditanya, "gmn rasanya?", "coba aja sendiri". maka 90% yg nanya tdk akan berniat utk memakannya n jarang yg penasaran..
Begitu jg masalah film yg lg hebohnya.. klo sekiranya mereka tdk menyebarkan apa isi dr film tersebut dgn nada negatif sekalian, insyaallah tu film g bakal banyak yg tau n penasaran kemudian malah jd menontonnya
Jk tidak suka dengan produk, cukup katakan tidak suka, tanpa memberikan alasan.. Jangan malah ditambah2i dengan nada negatif.. karena justru akan membuat org lain menjadi penasaran, bukan malah menjauhinya..
Contoh kecil saja, lagu yg memojokkan wahhabi -kata mereka-, yg awalnya hanya ratusan viewnya.. hanya berselang beberapa hari sdh puluhan ribu.. padahal yg menshare lagu tersebut membuat catatan negatif yg banyak.. tp malah justru mempromosikannya..
Niatnya agar org lain tdk banyak yg tau.. malah justru sebaliknya..
Maka, berfikirlah sebelum bertindak.. "Ilmu sblm beramal"
Begitu juga dalam masalah mencari pasangan #loh
Written by Rian
1 Rabi'ul AKhir 1435 - 22/01/2015
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar