Rabu, 21 Januari 2015

Ta'aruf -4

Proses Pencarian
Setelah anda mempunyai modal mental dan harta yg cukup -minimal punya pekerjaan-, maka waktunya anda mencari..!!
Ingat, bagi seorang laki-laki, maka qodratnya adalah mencari, bukan dicari.. Anda itu ditunggu loh, bukan menunggu..!!
Namun bukan berarti akhwat tdk boleh mengejar ikhwan. Jika dikira sang ikhwan itu benar2 sesuai dgn keinginan, tdk ada salahnya menawarkan diri kepadanya.. Tentunya melalui perantara, tidak langsung head to head ya..
Tapi, ternyata masih banyak juga ikhwan yg bingung, kemanakah ia kan mencari, sebuah mutiara yg indah nan menyejukkan hati..?
Maka, ada 3 opsi yang bisa dilakukan.
1. Mencari sendiri,
2. Mencari via keluarga
3. Mencari via teman atau kenalan
1. Mencari Sendiri
Pada opsi ini, anda diharuskan punya usaha yang ekstra. Karena, disamping butuh kesabaran dan keberuntungan dalam menjalankannya, juga butuh waktu yg sangat banyak, entah untuk memata2i sang doi, atau sekedar jalan2 ngobrol dengan org2 yg kenal dengan doi -itupun jika sdh dapat incarannya-
Namun diantara manfaatnya memakai opsi ini, anda akan lebih mantap untuk memilih sang doi, lebih bisa menerima keadaan. Ketika ternyata sang doi tidak seperti yg diharapkan, anda tidak terlalu mempermasalahkannya, toh itu adalah hasil usaha anda mencari.. Baik atau buruk yg didapat adalah resiko pribadi dari opsi "mencari sendiri", tdk ada alasan utk menyalahkan org lain..
Memilih opsi ini juga, anda akan punya nilai cerita lebih ketika sudah tua nantinya, punya banyak yg bisa diceritakan kepada anak atau cucu.. Kan agak keren klo cerita k anak bagaimana pertemuan dengan ibunya.. : D
Semisal kisah seorang ikhwan yg mendapatkan jodohnya ketika bersin di kereta, yg secara spontan dijawab akhwatnya dgn sesuai sunnah.. Kemudian berujung kepada pernikahan.
Namun, hal ini memang butuh keberuntungan anda.. karena memang jodoh itu klo sdh ditakdirkan, ga akan pernah meleset.. sekuat apapun anda melawannya..
Pernah mendapat sebuah kisah dari senior, bahwa ada temannya yg sudah sering sekali ta'aruf, namun sering juga gagal.. Entah ditolak akhwatnya atau ortunya. Diantara alasannya karena tidak sanggup menyediakan mahar untuk sang akhwat.. padahal ikhwan dan akhwat ini sudah sama2 cocok...
Mungkin jika kita yg mengalaminya, sdh stress berat..
Hingga akhirnya sang ikhwan ini bertemu seorang bapak2 di suatu pengajian.. Ketika sedang asyik ngobrol, datanglah anak dari bapak ini yg masih kecil.. spontan sang ikhwan bertanya, "apa anak bapak ini ada kakak perempuannya? Mungkin cocok dengan saya?" "Oh ada", sang bapak menjawab. "Kalau ada waktu, main2 saja ke rumah, ini alamat saya", sang bapak melanjutkan.
Selang beberapa waktu setelah pertemuan d kajian tersebut yg hampir dilupakannya, ikhwan ini berharap untuk ta'aruf kembali, dan teringatlah alamat yg diberikan sang bapak tersebut.
Dengan berbekal seadanya dr hasil jualan roti, dan dengan menempuh jarak yg cukup jauh, pergilah sang ikhwan ini k alamat tersebut walau sedikit tersesat.
Ketika sampai di alamat, kebetulan yg membuka pintu rumahnya adalah sang bapak, dan ia cukup kaget melihat seorang ikhwan yg pernah dikenalnya ketika pengajian itu, seraya berkata, "Ternyata anda cukup serius juga, silahkan masuk"
Setelah berbincang2 sebentar, langsung saja ikhwan ini nadhor (melihat) sang akhwat yg tanpa diketahuinya ternyata seorang yg cantik jelita.. Dan sang akhwat pun menerima pinangan sang ikhwan, padahal menurut penuturan senior saya ini, sang ikhwan adalah org yg tampangnya biasa saja, bahkan jenggotnya sangat lebat.. Namun qodarullah, ia dipertemukan jodohnya dengan sangat mudah setelah perjuangan yg cukup panjang..
Saya pun dulu, punya keinginan mendapatkan jodoh dengan opsi ini, namun karena waktu yg tdk memungkinkan disebabkan pekerjaan, saya pilih opsi yg kedua, yg insyaallah saya jelaskan pada status berikutnya..
Dan ketika memilih opsi ini, tentunya mencari di tempat2 dimana mutiara itu keluar, entah kampus, pondok atau masjid.. bukan di tempat yg aneh2 ya..

‪#‎taarufygoptimal‬

Written by Rian
30 Rabi'ul Awwal 1435 - 21/01/2015
Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar